Pages

Ketika Cara Saling Berbeda

Posted by hypnotherapytraining on 23.03 0 komentar

Kok ayah dan bunda beda sih?” kata si kecil pada suatu hari, ”kata ayah boleh main dulu baru minum susunya, kata bunda, harus disiplin, minum dulu sampai habis, baru boleh main keluar, gimana dong?

Pernah mengalami hal seperti diatas? Dimana anak merasa bingung dengan aturan yang berbeda yang diberikan oleh kedua orang tua?

Kita sebagai manusia dewasa pasti pernah mengalami masa kanak-kanak, dimana banyak sekali faktor yang membentuk kita selama ini. Mulai dari pola asuh, lingkungan, sampai berbagai macam hikmah kehidupan yang kita peroleh. Berbagai jenis emosi yang pernah kita rasakan (bahagia, sedih, marah, semangat) membentuk kita dalam memandang dunia, termasuk pandangan kita terhadap orang-orang yang kita cintai.

Ketika kita mulai melangkah memasuki sebuah pintu kehidupan baru, yaitu menjadi orang tua, berbagai pandangan, pola pikir, dan pola perasaan yang kita miliki itu perlahan lahan mulai kita terapkan pula pada anak-anak kita. Nah, disini mulai menarik.

Kenapa?

Karena sebuah institusi yang disebut rumah tangga merupakan sebuah institusi yang dibentuk dari 2 orang yang berbeda, yang saling berjanji, bukan untuk mengubah satu sama lain, tetapi untuk mengerti satu dengan yang lainnya. Jadi, ketika mulai muncul kehadiran anak-anak yang kita cintai, dan telah dititipkan pada kita, kita mulai masuk ke chapter baru dalam kehidupan, yaitu chapter orang tua, dan chapter mendidik anak.

Menarik?

Sangat menarik, tentu saja. Ketika kita mendedikasikan pikiran dan hati kita untuk mendidik dan mengarahkan anak kita, dan hal ini merupakan tanggung jawab bersama sebagai orang tua (suami & istri), ada 2 bentuk pandangan, pola pikir dan perasaan yang berbeda, dalam mendidik 1 orang anak.

Perbedaan dalam pandangan, pola pikir, dan perasaan ini bisa menjadi sebuah jurang pemisah dalam mendidik dan mengarahkan anak, karena seperti contoh perbincangan di atas, yang mampu membuat ”Hang” pikiran anak kita, itu juga mampu menghasilkan berbagai macam konflik. Berbagai macam konflik yang muncul antara suami dan istri, maupun konflik yang muncul antara orang-tua dan anak.

Konflik bukanlah sesuatu yang sifatnya negatif, bukan.. tetapi hasil dari konflik itulah yang kemudian menentukan. Konflik hanyalah sebuah alat, yang kita bisa gunakan, baik untuk mencapai hasil yang positif atau justru menghasilkan sebuah kehancuran, hal yang negatif.

Konflik yang dimanfaatkan dan dilakukan dengan cara yang benar, mampu menghasilkan saling pengertian dan pelajaran untuk di masa mendatang. Sedangkan konflik yang bertumpu pada kepentingan ego tiap orang (harus menang, harus setuju, dll), justru mampu menghasilkan perpecahan atau kehancuran.

Tapi, hey, kita tidak fokus pada konflik di sini kan?

Tidak, kita fokus pada cara dalam mendidik dan mengarahkan anak, konflik hanya salah satu ”alat” yang muncul di pertengahan jalan, yang muncul karena adanya perbedaan-perbedaan, yang tentu saja merupakan hal yang wajar untuk terjadi.

kenapa ya, mama bilang boleh, tapi papa bilang nggak, yang bener siapa sih?

Pertanyaan ini bukanlah sebuah pertanyaan yang aneh bagi anak kita, seperti halnya pertanyaan di awal artikel ini bukan? Nah, ketika terjadi perbedaan dalam mendidik seorang anak, sebenarnya ini sudah kita ketahui bersama merupakan hal yang sangat wajar. Tugas kita adalah, bagaimana untuk secara konsisten, menghasilkan sebuah ”aturan bersama” (unity code of conduct) dalam mendidik buah hati kita tersayang.

Bagaimana caranya?

Leave a Reply